Tags

,

Beberapa saat ini saya menyadari bahwa saya telah menyia-nyiakan hidup dan berkat talenta pemberian Tuhan juga telah melakukan banyak kesalahan dan dosa yang seharusnya tidak saya lakukan. Hingga saya pensiun, hidup saya tidak karu-karuan. Hidup semrawut. Ada kegelapan yang menyelimuti hati dan pikiran saya.

Setelah pensiun dan kemudian Tuhan mengijinkan saya mengalami sakit ber turut-turut yaitu Operasi potong usus 1 meter, serangan jantung, sakit pinggang, prostat, batu ginjal dan asam urat, saya baru tersadarkan betapa hidup saya sungguh kotor dan tidak layak dihadapan Tuhan.

Selama ini, saya mungkin bisa menutupi dihadapan manusia atas segenap dosa-dosa saya. Seolah saya orang baik. Tapi hati nurani saya terus bergejolak, tidak tenang. Saya tidak dapat menutupi segala dosa saya di hadapan Tuhan yang Maha Suci Kudus. Saya kemudian bertobat dan mengaku dosa saya kepada pendeta dan meminta bantuan hamba Tuhan untuk melepaskan segala ikatan kegelapan yang ada didalam diri saya dan hidup saya.

Saya sadar dengan pengakuan dosa saya tersebut, akan terbuka topeng saya, dan akan nampak wajah saya yang rusak. Tetapi Firman Tuhan menyatakan bahwa saya harus mengaku dosa saya dihadapan Tuhan dan manusia. Setelah saya melakukan pengakuan dosa tersebut,  sekarang saya dapat lebih merasa bersyukur bersukacita, hidup menjadi lebih ringan karena sudah tidak ada lagi beban berat yang menindih hidup saya lagi.

Saya berusaha mempersiapkan mental dan hati saya menerima cibiran, hinaan karena memang harus saya terima atas konsekuensi dari  segala salah dan dosa saya. Atas segala salah dan dosa saya tersebut, saya juga kemudian mengundurkan diri dari pelayanan khususnya sebagai pembicara Persekutuan karena saya merasa sangat tidak layak.

Selanjutnya, saya berdoa dan memohon pertolongan dan kekuatan Tuhan kiranya saya dapat hidup dalam jalan Tuhan, dalam kekudusanNYA dan juga kiranya Tuhan berkenan memberi kesempatan saya dapat mulai hidup dalam pelayanan lagi. Kiranya Tuhan yang menunjukkan jalan pelayanan yang layak untuk saya yang berdosa ini.

Beberapa saat yang lalu, tiba-tiba dari dari kantor Gereja, menghubungi saya untuk meminta saya sebagai pengganti pembicara karena pembicara yang asli  tidak bisa datang dalam acara katekisasi pra nikah dengan materi tentang pengelolaan ekonomi keluarga.

Sebenarnya menjadi pembicara dalam kegiatan Katekisasi Pra Nikah dan materi tentang ekonomi keluarga, sungguh menempelak saya, karena justru saya gagal untuk taat dan setia dalam pernikahan juga gagal dalam pengelolaan ekonomi keluarga. Namun saya kasihan dengan petugas gereja dan saya juga sebelumnya sudah berdoa agar Tuhan berkenan membuka jalan saya dapat mulai pelayanan, juga mungkin dengan cara ini sebagai tempelakan Tuhan kepada saya untuk dapat menghancurkan diri saya sehingga saya semakin bersujud di hadapanNYA.

Terima kasih Tuhan atas perkenanNYA, semoga pelayanan sebagai pembicara dalam katekisasi Pra Nikah sebagai tanda dari Tuhan dan menjadi awal pembuka pintu untuk saya dapat melangkah lagi dalam pelayanan yang lain. Amin

Advertisements