Tags

,

Sahabat
Jika aku merenungkan
peristiwa perjalanan derita Sang Maha Cinta
hingga di kayu salib
sungguh sangat sempuna penderitaanNYA
terluka pisik, rasa dan jiwaNYA

Di saat sempurna derita pisikNYA
semua pengikutNYA
yang mendapat mukjizatNYA
yang disembuhkanNYA
bahkan para muridNYA
yang selalu bersamaNYA
dan berjanji membelaNYA
sampai rela mati demikian janjiNYA
kenyataanya
mereka meninggalkanNYA sendirian
bahkan Sang Bapa seolah merelakanNYA

Di saat DIA sempurna menanggung derita
tiada teman menemani
mendampingi
DIA sendirian
menanggung sempurna deritaNYA

Sungguh aku bersyukur
betapa Agung CintaNYA kepadaku
DIA tak ingin aku menderita sepertiNYA

Malah di saat
aku memiliki pergulatan dalam hidupku
tiga pergulatan sekaligus
yang sebenarnya terlalu ringan dibanding
sempurna deritaNYA
DIA masih memberi banyak sahabat yang setia
yang mendampingiku

Dalam pergulatanku
seorang sahabat terus setia
mendampingiku
padahal sebenarnya di saat yang sama
sebenarnya sahabatku juga
memiliki pergulatan yang berat pula
namun ia tetap bersamaku
setia mendampingiku
dalam pergulatan hidupku
sungguh ia adalah sahabat setiaku

dalam pergulatanku
seorang sahabat yang lain
terus setia mendampingiku
dengan pontang panting mencari solusi
tidak pernah mengeluh
tidak menyalahkanku
malah
memberi kekuatan dan dukungan kepadaku
hingga semua pergulatanku usai
sungguh ia seorang sahabat sejati

dalam pergulatanku
seorang sahabat yang lain
menangis karena keputusanku
aku tidak dapat tinggal dirumah rohaniku yang lama
aku harus mencari rumah rohaniku yang baru
ia menangis tersedu
sungguh
ia adalah seorang sahabat dengan hati

di saat dalam pergulatanku
dan nampak kekurangan dan kesalahanku
beberapa sahabat yang lain
tetap tegar menjadi sahabatku
tanpa bersembunyi
mereka tidak takut intimidasi
menjadi sahabatku dengan terbuka
bahkan
tanpa diminta
mereka berinisiatif datang
membantu dalam hajad pestaku

terima kasih Tuhan
terima kasih para sahabat

Selamat PASKAH Sahabat

Advertisements