Tags

,

Salah satu Bpk Rohaniwan mengirimkan renungan melalui sosmed tentang “memberi”. Renungan yang menarik bagi saya. Bpk Rohaniwan menyampaikan renungan bahwa di saat berkelimpahan, banyak harta dan uang, tentulah sesuatu yang relatif mudah memberi sebagian kecil dari harta yang ada.
Tindakan memberi dengan benar ternyata tidak semudah sekedar memberi sebagian kecil dari harta yang dimilikinya. Memberi di saat berkelimpahan bisa jadi menjadi kurang bermakna karena menjadi kurang penghargaan, memandang dengan sebelah mata, seolah seperti membuang barang sesuatu yang enggak berharga karena hartanya berjibun.
Bisa juga tindakan memberi dengan motivasi untuk mengikat. Yang memberi (pemberi) seolah lebih berkuasa. Memiliki kekuasaan terhadap yang diberi. Pemberian dengan pesan-pesan khusus. Hingga sampai pada pola menyuap dengan tekanan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan pemberi.
Dari sisi yang menerima pemberian pun, menjadi tidak mudah. Banyak variasi respon saat mendapat pemberian. Ada penerima yang dengan sepenuh sukacita menerima pemberian kemudian mengekspresikan kesukacitaannya kepada dunia. Tetapi ada juga yang bersikap sembunyi-sembunyi seolah tidak merasa membutuhkan padahal membutuhkan. Ada juga yang kemudian tidak mengelola hasil pemberikan sebagai berkat Tuhan yang harus dikelola dengan sepenuh syukur. Ada juga kemudian menjadi “manja” berharap untuk selalu mendapatkan pemberian.
Ada juga pemberian yang tidak sesuai sasaran peruntukannya. Jadi tidak bermanfaat. Sia-sia. Mubazir.
Ternyata berkenaan dengan soal memberi, menjadi tidak mudah baik dari sisi yang memberi maupun dari sisi yang menerima pemberian. Tindakan memberi yang benar berkaitan dengan ketulusan, rasa syukur dan sukacita. juga rasa cukup. Juga bagaimana penyalurannya dapat tepat sasaran. Tepat guna. Untuk kemuliaan nama Tuhan semata karena semua adalah berkat Tuhan milik Tuhan bukan milik yang memberi maupun yang diberi.
Saya kemudian teringat Firman Tuhan tentang Kesepuluh orang Kusta (Lukas 17:11-19), di saat mendapatkan mukjizat Tuhan, saat Tuhan berkenan memberi kesembuhan hanya satu yang kembali datang dan memuliakan Tuhan Yesus.

Advertisements