Ketika Sang Maha Cinta
mencipta semesta dengan cinta,
maka semua sungguh nampak indah sempurna.
Walau demikian nampaknya, masih ada yang kurang,
karena
semua ciptaanNYA bahkan malaikat sekalipun,
tidak sepertiNYA yang selalu punya cinta.
IA merasa kesepian
karena tak ada yang beri cinta seperti diriNYA,
maka IA berkenan dan berkehendak menciptakan manusia
yang segambar dan serupa denganNYA,
agar dapat beri cinta kepadaNYA,
seperti diriNYA beri cinta.

Maka setelah kehadiran insan,
mulai saat itulah
Tuhan tidak kesepian lagi
karena ada yang berikan cinta
dengan perasaan,
dengan hati,
karena cinta hakikatnya datang dari hati
dan
cinta bermakna tak sendiri.
Namun selalu ada pihak yang dicinta.
Ia berikan segalanya kepada insan,
semua semesta, dan segenap isinya,
karena Tuhan sangat mencintai insan.

IA jadi insani,
justru ‘tuk buktikan IA tetap Sang Maha Cinta,
yang beri cinta sejati dan sempurna kepada insan.
CintaNYA tiada bersyarat.
Tidak saja ketika insani selalu beri setia dan cinta kepadaNYA,
bahkan saat hatiNYA teriris pedih luka,
karena insan mendua hati,
mengkhianati, melupakan, dan meninggalkanNYA,
mengambil apa saja milikNYA,
termasuk kematianNYA,
IA tetap beri cinta sempurna sejati.
IA yang terus mencari dengan cinta
dan tetap menerima insan,
bahkan IA tetap ingin beri bahagia kekal sejati,
karena IA punya cinta sejati sempurna.

Advertisements